10 June 2009

Currently listening to...

Death in Vegas - Satan’s Circus

Genre: Psychedelic Rock, Electronic Rock

According to Wikipedia, Death in Vegas is a psychedelic rock and electronic rock band from the United Kingdom. Influenced by a wide range of musical genres including psychedelic rock, electronica, krautrock, dub and industrial, the band’s sound is constantly changing, moving between live rock sounds, electronica and minimal techno. The band was formed in 1994 by Richard Fearless and Steve Hellier (but then he left the band).

Satan’s Circus is different from the previoues album. It features a more electronic sound, with drum machines, synthesizers and programmed rhythms largely replacing live bass, guitar and drums. Unlike the previous two albums, Satan’s Circus did not feature any guest vocalists. For me, it still good though.

I enjoy listen to it while I was a little ‘absent’ from ‘myself’. I imagine myself lost in a city where it’s crowded by people and the skyline illuminate everything I see. Well… that's just my imagination, but you could try it.

14 May 2009

Almost, but not over yet


Hari ini hari terakhir pake seragam SMA! Akhirnya, perjalanan menuju akhir dari tiga taun belajar selesai sudah. Setelah beberapa minggu dijejelin pelajaran yang seharusnya dipelajarin selama tiga tahun, sekarang gue terbebas dari jeratan buku-buku yang menuhin lemari. Mungkin gue gak seperti orang-orang yang sedikit berbahagia di hari terakhir mereka pake seragam SMA dan 'merayakan' bersama teman-teman. Honestly, mine is nothing. Hahaha, oh crap, what did I wrote.

Tapi gue juga belom bisa lega sepenuhnya, karena............. masih ada pengunguman kelulusan. Salah satu dari serentetan pengunguman yang paling gue takuti. Karena kalo gue ini 'gagal', bisa jadi ngubah semua rencana hidup gue kedepannya. Jangan sampe kejadian ya.

Sekarang yang bisa gue lakukan adalah banyak-banyak berdoa biar lulus, makan, jalan-jalan, puas-puasin libur 2 bulan dengan hal-hal yang (gak) penting. Menyenangkan atau nggak, kita liat aja.

05 May 2009

Attention: BDG

Hari ini gue bolos sekolah. Udah lama gue gak bolos sekolah sejak intensif UAN, hahaha. Hari ini gue sengaja bolos buat pergi ke Bandung. Kali ini gue ke Bandung bukan buat liburan, tapi buat ngurus pembayaran masuk kuliah. Tapi daripada gue menghabiskan kurang lebih 5 jam pergi-pulang Jakarta-Bandung bayar-membayar doang, mending gue sekalian jalan-jalan.

Sampai disana, gue makan siang baru abis itu ke kantor ITB buat ngurus pembayaran. Hmm, begitu sampe rasanya... sangat gak sabar buat kuliah di Bandung. Tapi gue agak ragu bisa beradaptasi di lingkungan yang bakal gue tempatin bulan Agustus mendatang. Ada satu sisi dimana gue pengen banget hidup sendiri dan mandiri, tapi gue pun gak tau udah siap apa belom hidup sendiri di luar kota (meskipun gak bener-bener sendiri). Pastinya gue akan rindu sama orang-orang di rumah (everyone will, I think).

Gue disana sempet iseng ngelilingin kampus ITB. Gue makin pengen cepet-cepet lulus rasanya. Pengen cepet-cepet ngerasain duduk di bangku kuliah. Belajar apa yang selama ini cuma bisa gue bayangkan. Pengen memutar waktu jauh kedepan deh rasanya. Tapi gue belom segitu lepasnya bisa ninggalin temen-temen SMA yang menurut gue udah bikin gue betah di sekolah, haha.

Selain ngeliat ITB, gue juga ngeliat tempat kos. Tempat kos yang insyaAllah bakal gue tempatin itu tempatnya enak banget. Bener-bener homey dan nyaman. Untungnya, gue di kos gak sendirian. Ada Shabrina dan temen SMP gue, Wina, yang bakal menemani gue selama hidup gue di Bandung, haha. Makin menjadilah ketidaksabaran gue pindah ke Bandung.

Sesampainya gue di rumah dan nulis post ini, khayalan gue masih melayang jauh di Bandung Hal-hal yang mau gue lakukan semuanya terbayang di angan-angan. Semoga semoga semoga gue lulus SMA, jadi gue cepet-cepet minggat ke Bandung dan mengalami kehidupan yang entah akan bagaimana disana.

10 April 2009

Finally!

I got ITB in my hand.
Architecture.
I'm very excited. Really really excited.
Oh God, I hope this is the best choice.
:D

05 April 2009

Penantian masa depan

Masalah kuliah kayaknya lagi seru-serunya dibahas sama orang-orang, terutama tentang PTN. PTN yang lagi hangat-hangatnya dibincangkan salah satunya Universitas Indonesia, yang mana kira-kira lebih dari setengah jumlah murid kelas 3 di sekolah gue pada pengen banget masuk situ. Apalagi semalem baru aja pengunguman hasil tes masuk yang diadakan 1 Maret kemarin.

Gue pengen sedikit berbagi pengalaman karena gue juga nunggu-nunggu ampe malem. And the story goes like this...

3 April 2009 22:30
Kebosanan mulai melanda. Rasa penasaran untungnya cukup bisa dikendalikan menuju pengunguman hasil tes SIMAK UI 2009 tanggal 4 April 2009. Kurang lebih hampir semua temen-temen gue sangat menunggu hasil tes itu. Dari cuma sekedar jiper, sampe mati rasa. Saking penasarannya, gue memutuskan bela-belain begadang dan online dari HP.

3 April 2009 23:15
Untung e-Buddy gue dari HP berjalan lancar gak pake ngadet, jadi lumayan sambil menunggu gue ngobrol sama teman-teman buat hiburan. Yang bikin gue takjub pada saat itu adalah banyak banget teman-teman gue yang online, baik Heksakra maupun anak luar Labsky. Malem itu yang online sekitar 150 orang. Wew....

3 April 2009 23:45
Rasa kantuk udah mulai menutup mata. Tapi kalo gue tidur sekarang, nanggung amat 15 menit lagi waktu penentuan gue masuk UI apa nggak. Gue kembali melihat contact list. Wah, makin banyak aja yang online. Sampe orang yang gak pernah online pun online pada malem itu. Gue mikir, segitu ditunggu-tunggunya pengunguman UI.

4 April 2009 04:35
Akhirnya gue gak tahan buat melek ampe jam 12 malem dan gue pun tertidur dengan sangat pulas. Bangun-bangun udah adzan subuh aja. Wah, gue melewatkan momen penting dimana orang-orang bakal masang pm beragam di WLM (hehehehe). Gue melihat ke HP, gue cek e-Buddy ternyata gue udah gak online sejak jam 1 malem dikarenakan pulsa abis. Orang-orang pada IM gue dan hampir semua nanyain "gimana chy?", atau "keterima gak?", dan ada pula yang "gue gak dapet haha". Makin penasaran aja gue.

Gue langsung beranjak dari tempat tidur ke depan komputer, buka web http://penerimaan.ui.ac.id, log in ke account gue. Sambil menggumam bismillah gue klik "Lihat Hasil Seleksi". Deg... deg... deg... kata-kata yang gue baca adalah "Maaf, Anda belum dapat diterima di Universitas Indonesia". Jujur alhamdulillah, gue menerimanya dengan lapang dada dan gak memberikan efek lainnya ke gue.

Setelah gue tau siapa-siapa aja yang keterima, ternyata bisa dibilang sedikit dari teman-teman gue yang tembus SIMAK UI taun ini. Padahal diluar dari yang keterima UI, banyak banget yang pengen banget masuk UI. Bahkan, temen gue sendiri ada beberapa yang menjadikan itu hal utama yang harus dicapai, namun sayangnya mereka gak masuk Ada juga diantara teman-teman gue yang down. Sedih juga sih dengernya, tapi setelah gue pikir-pikir, ini bukan akhir dari segalanya. Gak dapet apa yang kita pengen bukan berarti kita gak berhasil. Belom tentu dapet apa yang kita pengen dikategorikan berhasil.

Menurut gue, orang dikategorikan sukses bukan berasal dari sekolah atau universitas dimana dia menuntut ilmu, misalnya dari universitas favorit masyarakat yang dinilai mempunyai prestise. Padahal cita-cita bukan sekedar masuk universitas favorit. Masuk universitas favorit adalah salah satu dari banyak jalan untuk menggapai cita-cita kita. Bukan berarti kita menyerah sampai disini. Justru dengan adanya pelajaran ini, kita perbaiki kesalahan kita untuk kedepannya supaya gak keulang lagi dan lebih giat dapet apa yang kita mau. Kurang lebih ini sedikit pelajaran yang bisa gue dan teman-teman gue ambil. Cheers! Keep on fighting :)

28 March 2009

Salmon attack

I finally made salmon steaks with potato wedges and it was delicious. My boyfriend and my sister helped me to prepare the 'things'. Here's the picture of what just I made. I'm sorry if it looks bad, but I assure you that the taste is great.



Here's the recipe to make salmon steak.

Ingredients:
  • Salmon fillet
  • Mushroom or vegetables if you like
  • Black pepper powder
  • Kikkoman Soy Sauce
  • Basil leaves (chopped)
  • Oregano
  • Unsalted butter
Steps: (Sorry , I can't traslate these into english)
  1. Rendam salmon di dalam kecap Kikkoman Soy Sauce selama kurang lebih satu jam
  2. Selama salmon direndam, siapkan bahan makanan pelengkap seperti jamur atau sayur-sayuran
  3. Setelah satu jam direndam, salmon dioleskan lada hitam, mentega tawar, basil leaves, dan oregano sesuai selera (jangan tambahkan garam, nanti keasinan)
  4. Panaskan oven (suhu sedang), siapkan alumunium foil dan oleskan salah satu bagian alumunium foil dengan mentega tawar
  5. Letakan salmon, sayur-mayur, dan jamur diatas alumunium foil yang sudah dioleskan mentega tawar, lalu tuangkan sedikit Kikkoman Soy Sauce diatas salmon dan sayuran secukupnya sebagai bumbu
  6. Panggang kurang lebih 45 menit
Selamat mencoba!